MUTHIATHEEXPLORER

Part Time Traveler, Full Time Planner
Follow Me

Day 7 - Incheon Intl Airport (인천국제공항)

How to get there:

Take AREX Line at Hongdae St
Get off at Incheon Int Airport St

As I told before, Hongdae St juga dilewati oleh AREX line. Jadi untuk ke airport ataupun dari airport tidak perlu transit. Sangat recommended buat nginep di daerah Hongdae.

Gue check out pukul 5.00 KST teng dari hostel. Malam sebelumnya gue udah bilang dan ninggalin memo sama oppa-oppa staff hostelnya. Si oppa itu langsung nyamperin gue ke kamar ngasih tau kalau besok bisa langsung cus berhubung gak ada kunci ataupun kartu yang harus dibalikin. Gue juga ninggalin memo di pintu kamar ngasih tahu password terakhir kamar yang gue pakai. Dan tak lupa mengucapkan terima kasih.

Tujuan check out pagi-pagi buta adalah biar bisa naik first AREX pukul 5:30 KST teng. Gue flight jam 10 KST pagi jadi mesti harus udah di airport maksimal pukul 07.00 KST. Gue juga udah wanti-wanti temen gue biar gak lelet-lelet soalnya Incheon Airport kan super gede dan belum tau gimana situasi dan proses check in disana. Sekitar pukul 6:30 gue udah sampai di airport.

Fyi, stasiun subway di airport ada di basement, sedangkan Departure Hall ada di lantai 3.

Counter Check In Garuda - Gate D




Counter check in GA baru buka sekitar pukul 07.30 KST. Setelah check in dan dapet boarding pass, gue pun menuju immigrasi.

Dari imigrasi, lanjut ke gate. Sama kayak pas nyampe sini, untuk ke gate dari passenger terminal kita akan menaiki airport train.















GA ada di gate 106. Gila angka gatenya udah ratusan saking gedenya airport.



Berhubung laper, gue beli makan dulu di Coffee bean di gate waiting room
 Tak lama kemudian, waktu boarding pun tiba. Penumpang disuruh untuk naik ke pesawat.








Hiks sedih karena seminggu yang super keren ini cepet banget berlalunya. Padahal nunggunya bertahun-tahun. sad white cloud

Semoga ada kesempatan lagi buat balik kesini. Maybe next year? Amiiiiiiiin....Pengen jelajah kota lainnya. cute2 onion head

Tapi tetep harus bersyukur. Alhamdulillaaaaaaaaaaaah impian gue dari kecil untuk menginjakkan kaki di Koriya terwujud. 1st Dreamland Unlocked.
- Seoul (Kyeonggi- do Province)
- Chuncheon (Kangwon-do Province)
- Busan (Kyeongsang-do Province)
- Jeju (Jeju-do Province)

Yeaaaay cheer2 onion head

Next time, semoga ada kesempatan menjelajah Jeolla-do, Chungcheong-do Province admire2 onion head

END가 아닌 AND...
It's not END but AND...

See you again~bye1 onion head


Kabar gembiraaaaaaaaaaa~ per 2 Sept 2016, ada peraturan baru untuk warga negara Asia Tenggara (termasuk Indonesia pastinya). Pemerintah Taiwan memberikan kemudahan bagi kita untuk memasuki negaranya. 

Adapun peraturannya sebagai berikut:
Warga negara Kamboja, India, Indonesia, Laos, Myanmar, Filipina, dan Vietnam dapat mendaftar online untuk Sertifikat Otorisasi Perjalanan ROC (ROC Travel Authorization Certificate). 

Warga negara dari negara-negara tersebut yang berniat mengajukan aplikasi online untuk sertifikat otorisasi perjalanan dimohon membaca persyaratan dengan teliti sebelum melanjutkan ke halaman berikutnya. 
Agar memenuhi syarat untuk mendapatkan Sertifikat Otorisasi Perjalanan ROC, kondisi berikut ini harus dipenuhi:
  1. Paspor pemohon harus memiliki sisa validitas / masa berlaku setidaknya enam bulan terhitung sejak tanggal kedatangan di Taiwan.
  2. Pemohon harus memiliki tiket pesawat atau tiket kapal perjalanan pulang pergi.
  3. Pemohon tidak pernah dipekerjakan sebagai pekerja pabrik / buruh di Taiwan.
Selain itu, pemohon harus memiliki setidaknya satu dari dokumen berikut yang dikeluarkan oleh negara Australia, Kanada, Irlandia, Jepang, Korea, Selandia Baru, salah satu negara Schengen, Inggris, atau Amerika Serikat:
  1. Kartu penduduk yang sah atau kartu penduduk tetap
  2. Visa masuk yang sah (visa elektronik diperbolehkan)
  3. Kartu penduduk atau visa yang telah berakhir kurang dari 10 tahun sebelum tanggal kedatangan di Taiwan.

Catatan
  • Warga Negara Indonesia yang memiliki Pendaftaran Bebas Visa Jepang (Japan Visa Waiver Registration) yang sah berhak untuk mendapatkan Sertifikat Otorisasi Perjalanan ROC.
  • Visa yang telah disebutkan dalam daftar persyaratan dokumen yang diperlukan di atas tidak termasuk izin kerja.
  • Aplikasi online hanya dapat dilakukan oleh orang yang memegang paspor biasa yang sah. Orang yang memegang paspor sementara, paspor darurat, atau paspor tidak resmi, atau dokumen perjalanan selain paspor, tidak dapat mengajukan aplikasi online.
  • Pemohon yang memegang kartu penduduk tetap tanpa tanggal kadaluwarsa dapat memasukkan angka 9999 untuk tahun, angka 12 untuk bulan dan angka 31 untuk hari pada kolom Tanggal (Date).
  • Jika terjadi kesalahan apapun selama proses aplikasi online, pemohon dapat mengajukan aplikasi baru.
  • Setelah aplikasi disetujui, pemohon diminta untuk mencetak Sertifikat Otorisasi Perjalanan ROC. Pemohon harus menunjukkan sertifikat tersebut dan dokumen yang diperlukan untuk pemeriksaan ketika memasuki Taiwan. Jika tidak dapat menunjukkan dokumen yang diperlukan, maka tidak diperkenankan masuk ke Taiwan.
  • Sertifikat Otorisasi Perjalanan ROC yang disetujui berlaku untuk 90 hari. Masuk beberapa kali ke Taiwan dalam jangka waktu 90 hari ini diperbolehkan. Pemegang Sertifikat Otorisasi Perjalanan ROC diperkenankan tinggal di Taiwan selama 30 hari, mulai dari hari setelah kedatangan. Jika pemegang ingin mengajukan Sertifikat Otorisasi Perjalanan ROC lain, Ia harus melakukannya tujuh hari sebelum berakhirnya sertifikat yang dimiliki saat ini.


Bagian yang gue highlight merupakan peraturan baru yang super bikin bahagia.
Di atas dibilang bahwa "pemohon harus memiliki setidaknya satu dari dokumen berikut yang dikeluarkan oleh negara Australia, Kanada, Irlandia, Jepang, Korea, Selandia Baru, salah satu negara Schengen, Inggris, atau Amerika Serikat". 

Berarti, bagian yang gue highlight bisa diartiin:
Pemohon bisa menggunakan visa yang telah expired (tapi kurang dari 10 tahun sebelum masuk ke Taiwan) yang dikeluarkan oleh salah satu dari negara di atas untuk kepentingan online application. Misalnya temen-temen punya Visa Korea yang udah dipakai nih, nah visa tersebut bisa digunakan untuk kepentingan apply Taiwan Travel Authorization Certificate jika ingin berwisata ke Taiwan. Jadi, ga perlu bikin visa lagi. Lumayan kan gratis dan lebih gampang. Trus otorisasi ini juga bisa digunakan untuk multiple entry as long as belum expired.

Selain itu, Visa Waiver Jepang juga bisa dipakai untuk keperluan online application otorisasi perjalanan ini.

Untuk apply online applicationnya, sila kunjungi web di bawah ini:


Setelah semuanya diisi dan kalau memang semua data yang dimasukkan benar, maka sertifikat bisa tinggal diprint. Sertifikat ini tingkatannya setara dengan visa.

Namun, yang harus diperhatikan adalah otorisasi ini bukan serta merta menjamin kita bisa masuk ke Taiwan. Kita tetap harus melewati imigrasi dengan menunjukkan sertifikat perjalanan ini beserta visa yang kita gunakan untuk online applicationnya dan jangan lupa juga siapkan (untuk jaga-jaga) semua dokumen yang diperlukan (Return ticket, Booking Hostel, Itinerary, Duit Cash). Tapi gue percaya sih kalau emang niat kita baik, Insya Allah semuanya bakal dimudahkan.


Note: Karna "Penggunaan Visa Expired" ini merupakan peraturan baru, jadi sepertinya belum ada yang berbagi pengalaman terkait hal ini. Jika ada review lebih lanjut, mungkin juga bisa dari pengalaman gue nantinya (Amiiiiiiiiiin), akan gue share juga di sini. 


Update per Oct 2016:

  • Kebetulan gue member dari salah satu forum Backpacker di FB, dan sudah banyak yang sharing pengalaman bahkan live report kalau berhasil menggunakan Online Certifikat ini dengan menggunakan Visa Waiver Japan dan Visa Expired Korea (yang penting visa negara-negara yang tertulis di atas dan masa expirednya tidak melebihi 10 tahun)
  • Saat di imigrasinya, selain menunjukkan print Online Certificate, kita harus menunjukkan passport yang berisi visa yang kita gunakan untuk pengajuan online certifikat tersebut. Kalau visa yang digunakan ada di passport lama, jangan lupa tunjukkan passport lamanya.
  • Selain itu, kita juga WAJIB menunjukkan tiket pulang ke Indonesia.


Semoga bermanfaat dan HAPPY TRAVELING

cheer2 onion head
Cheers~

Day 6 - Seoul Express Bus Terminal (서울고석버스터미널)


Sekitar pukul 2.30 bus dari Busan yang gue tumpangi sampai di Seoul Express Bus Terminal. Suhu dengan kejamnya memamerkan angka 10 C. Subway pertama baru beroperasi pukul 5.30. Terpaksa nongkrong kedinginan di ruang tunggu terminal ini. Biar gak muka bantal banget, gue pun ke toilet  cuci muka, gosok gigi, dan bedakan dikit. Karena lumayan lama nongkrong di terminal ini, gue disamperin sama Ajussi sopir taxi. Pagi itu emang rame sama gerombolan sopir taxi sih yang rajin nawarin tumpangan. Salah satu sopir tersebut nyamperin gue dan bertanya dalam sepatah dua patah bahasa inggris. Gue pun menjawabnya dengan sepatah dua patah juga.

Sopir Taxi (ST): Airport?
Gue:  No
ST: Where?
Gue: Hongdae
ST: Oooo... 10.000. *sambil pakai geakan tangan*
Gue: I am waiting for subway *sambil nunjuk-nunjuk arah subway*
ST: 2 hours. *maksudnya sih masih lama 2 jam lagi*
Gue: *cuma senyum dan melambaikan tangan tanda gak mau naik taxi*

Bapak sopir pun berlalu pergi. Dia kembali ke gerombolannya. Nah disini nih cerita paling kocak yang pernah ada terjadi. Hahahahahahhaa. Si bapak-bapak itu dengan gak sopannya gosipin gue dooooong di depan gue. Kira-kira gini nih transletan dialognya:

ST: Kampr*t tuh bocah. Gue tawarin ke Hongdae 10.000 (kira-kira seratus ribuan rupiah) malah gak mau
ST2: Serius lo nawarin segitu
ST: Iyaaaa. Udah murah banget padahal kan. Malah gak mau.
ST3: Mau tuh orang berapa sih? *yang lain ikutan sebel*
ST: Tau!! Kesel gue.

daaaaaan gue sambil duduk pun langsung nimbrung di percakapan mereka. Kira-kira gini transletannya:

Gue: Hmmm saya gak buru-buru kok Pak. Saya nunggu subway aja. Gak masalah nunggu agak lama. Terima kasih atas tawaran taxi-nya. *kasih senyum kemenangan*

Gerombolan Pak sopir pun shock bin tengsin. Ekspresi mereka semacam malu karena ternyata gue mengerti semua yang mereka omongin. Hahahaha
Abis itu, ada sopir baru yang tadinya gak ada di gerombolan itu mau nyamperin gue juga. Trus malah ditarikin sama bapak-bapak gerombolan dan bilang
"Udah~~ gak usah tawarin ke dia. Katanya mau naik subway. Tadi kita ngomongin dia eh ternyata dia ngerti bahasa kita"

Hahahhahahaha gue langsung ngakak saat itu juga. Sampai diliatin sama mereka.

ST4: Kenapa lo ketawa, hah?
Gue: Gak Pak. Lucu aja. hahaha *sambil masih cekikikan*

Seriously, berkesan banget moment gue nungguin subway subuh-subuh buta. panda 04


Tak lama kemudian gue pun berjalan ke arah stasiun subway. Panjang juga ternyata jalan menuju platformnya. Oya, sepanjang jalan itu ternyata banyak toko-toko baju dan toko-toko lainnya. Ternyata ini dia underground shopping center yang terkenal itu. Cuma karna masih pagi buta banget, belom ada yang jualan.


Di sini, gue menunggu subway pertama. Jadi, karena subway belum beroperasi, kita gak bisa jalan sampai bener-bener ke platform. Semuanya dipagerin. Tepat pukul 5.30 KST teng, pagarnya pun perlahan-lahan mulai terbuka dan gue pun bisa melanjutkan perjalanan ke platform subway. Suasana masih sepi banget, tapi udah ada satu dua orang yang antri untuk naik subway.

Tujuan gue tentunya balik dulu ke hostel buat naro barang dan bersih-bersih. Disini gue pisah sama temen gue yang mau bali ke Jakarta. Kita naik subway beda line. Dia naik tujuan gimpo karna pas ke Jeju, dia nitip koper di Gimpo. Baru abis itu lanjut ke Incheon Airport.

Gue sampai di hostel sekitar pukul 6. Gue tidur 1 jam trus abis itu bersih-bersih dan melanjutkan petualangan. Hari ini adalah hari yang paling gue tunggu-tunggu. Hari super indah karena gue bakal ngebolang sendiri. Gue udah bilang sama temen gue yang satu itu sebelum ke Jeju kalau hari Senin (hari ini) gue mau jalan sendiri aja karena gue sama sekali tidak menemukan kecocokan selama jalan bareng dia.

Yeaaaaay~~~ Ngebolang sendiri di Korea. Sejujurnya emang mpian gue banget sih muter-muter Korea sendirian. Saking pengennya kesini gue nekat duluan beli tiket sendiri. Jadi, kalau pun temen bolang gue gak jadi nyusul beli tiket, yaudah gue udah siap untuk cus sendirian. Namun sayang sekali, pada akhirnya temen bolang gue ternyata emang gak jadi bisa nyusul. Semoga next time bisa pergi bareng lagi. admire onion head


Pukul 7, gue keluar dari hostel. Gue mau menyelesaikan semua itin yang agak berantakan beberapa hari ini. Stop pertama gue adalah Dongdaemun Design Plaza a.k.a DDP

Day 6 - DDP (동대문 디자인 플라자)

How to get there:

Take Line 2 at Hongdae St
Get off at Dongdaemun History and Culture Park. Exit 1


Sebelum keluar dari stasiun, T-Money gue sempet bermasalah. Padahal gue belom tap out tapi pas ue tap out, dibilangnya kartu udah pernah tap out. Alhasil gue gak bisa keluar stasiun. Gue bingung karena orang rame banget. Trus gue coba buat top up saldo T-Money, kali aja karna saldo kurang jadi gak bisa keluar. Ternyata hipotesa gue gagal. Gue tetep masih ketahan di dalem stasiun. Disana gak ada petugas, gue bingung mau minta tolong siapa. Semua orang terlihat buru-buru. Untuuuuung aja ada 2 orang Halmeoni (Nenek-nenek) yang nyamperin gue karna mereka liat gue kebingungan. Yaudah akhirnya gue ceritain masalah gue dan minta tolong bantuan nenek-nenek itu. Beliau nyaranin buat mencet tombol di gate tap out paling pojok (gate emergency). Alhamdulillah otomatis pintu pun dibukain. Gomapseumnida Halmeonideul~ <3

Gue pun lanjut berjalan ke arah Exit 1. Gue cuma foto-foto di depan DDP aja.
Suasana di DDP rame banget. Rame sama anak sekolahan.








Day 6 - Songpa Naru Park - Seokchon Lake (석촌호수)

How to get there:

Take Line 2 at Dongdaemun History and Culture Park St
Get off at Jamsil St. Exit 2 /3
Go straight 200m to arrive at the entrance of Songpa Naru Park

Otw Jamsil:




Ternyata Seokchon Lake ini dekat dengan Lotte World.




Seokchon lake ini dikelilingi sama Songpa Naru Park. Taman ini juga menyediakan jogging track. Berhubung gue kesini lumayan pagi, jadi banyak orang yang lagi jogging. Emang kayak yang di drama-drama. Orang Korea peduli banget sama kesehatan. Even kakek-kakek dan nenek-nenek juga rajin jogging. Gue jalan-jalan sambil jepret-jepret plus menikmati udara Seoul yang bersih dan masih seger karena masih pagi.








Day 6 - Garosu-gil - Gangnam (가로수길)

How to get there:

Take Line 2 at Jamsil St
Get off at Sinsa St Exit 8

Gangnam merupakan kawasan elit di Seoul. Salah satu yang terkenal disini adalah Garosu-gil, yaitu jalan yang dihiasi dengan deretan pohon Garosu (Gingko). Keluar stasiun hal yang pertama gue lihat adalah McD. Tanpa pikir panjang langsung mampir dan makan disana.




Selesai makan, barulah gue malanjutkna perjalanan muter-muterin Gangnam.




Selain terkenal dengan Garosu-gil nya, Gangnam juga sangat amat terkenal dengan tempat oplas (Operasi Plastik). Benar saja, gedung-gedung tempat oplas berjejer dimana-mana. Hahaha



Selama di Seoul, gue juga sering ketemu sama orang-orang abis oplas. Wajahnya masih di perban tapi udah PD aja gitu mondar-mandir di subway. hehe onion head


Oya, ada satu lagi pengalaman tak terlupakan selama di Seoul.
Sewaktu naik subway menuju Sinsa Station ini, gue bertemu dengan Bapak-bapak baik hati. Ya kalau di drama-drama kira-kira karakternya pasti begitu. Soalnya muka beliau muka orang baik-baik. Hahaha. Jadi, gue kebetulan dapet duduk di subway. Di depan gue, berdiri seorang Bapak pakai Jas rapi. Sepertinya sih mau pergi ke kantor. Berhubung dia sepertinya lebih membutuhkan tempat duduk, gue tawarin lah tempa duduk. Dia menggeleng sambil senyum. Trus tiba-tiba dia nanya:

Bapak: Indonesia?
Gue: Yes. *mengangguk sambil sambil senyum.*

Super bahagia karna dia tau gue dari Indonesia. Selama disana, dikira orang Malaysia mulu karna pakai jilbab. Menurut orang Korea, Jilbab = Malaysia.

Bapak: Jakarta?
Gue: Ya...Kok Bapak bisa tau? *gue mendadak ngobrol dalam bahasa Korea. Karena girang*
Bapak: Ooo..kamu bisa bahasa Korea? *dia pun membalas dengan bahasa Korea*

Selanjutnya percakapan dalam bahasa Korea. Kira-kira kalau ditranslet begini jadinya:

B: Iya saya tadi liat kamu mengetik di HP dalam bahasa Indonesia. *Kayaknya si Bapak liat gue lagi WA-an*
M: Wow...kok Bapak bisa tau itu bahasa Indonesia?
B: Saya pernah tinggal di Jakarta beberapa bulan. Saya sempat bekerja disana.

Tak lama kemudian, Si Bapak pun dapet duduk di sebelah gue. Dan obrolan pun berlanjut.

B: Kamu sendirian? Tinggal disini kah?
M: Bareng temen Pak. Tapi sekarang jalannya lagi gak bareng. Saya cuma liburan kesini.
B: Oooo liburan~ ini kali pertama kamu ke Korea apa sebelumnya udah pernah?
M: Baru pertama kali, Pak. Hehe
B: Wah berani sekali. Baru pertama tapi tanpa tour. Btw, kamu kok bisa lancar bahasa Korea? Pasti suka Drama. Endless Love? Winter Sonata?
M: Hahaha iya Pak. Gara-gara drama saya jadi termotivasi untuk belajar bahasa Korea.
B: Sekarang lagi nonton drama apa? udah nonton Yoo Daewi? (Captain Yoo alias DOTS). Disini lagi booming.
M: Sudah Pak. Hahaha bahkan sampai ke Indonesia juga sangat heboh.
B: Wow, ternyata DOTS seterkenal itu. Saya malah belum nonton. Haha. Oya kamu sekolah/kuliah dimana?
M: Haha saya udah kerja Pak. *makin bahagia dikira masih kuliah*
B: Oalaaah~ gak keliatan. Kirain masih study.
M: Bapak btw mau berangkat kerja ya? Kerja di bidang apa Pak?
B: Iya. Saya Missionary. Jadi sering ditugaskan ke luar negri. Kemaren ini sempet tinggal di Thailand. Makanya saya juga sempet tinggal di Jakarta.
M: Oooo. Kalau begitu apakah Bapak kenal dengan Hong O* S**n?
B: Hmm..saya tidak kenal soalnya di Jakarta banyak orang Korea yang juga missionary. Kok kamu bisa kenal?
M: Beliau adalah seonsaengnim saya. Saya belajar bahasa Korea sama beliau.

Hahahaha gue terlalu polos ya. ahaaah onion head

Obrolan berlanjut sampai si Bapak turun. Lagi-lagi jadi bahan perhatian sama orang-orang. Tapi gapapa kali ini mereka merhatiin gue dengan tatapan takjub. *angkat kerah*

Makasih Bapak baik hati, perjalanan jadi gak berasa karna ada temen ngobrol di subway. cheer2 onion head


Day 6 - The Vibe Ent.

How to get there:

Take Line 3 at Sinsa St 
Get off at Yangjae St Exit 8

Mungkin gak banyak yang mengenal The Vibe Ent. Hahaha. Ini adalah agency milik Yoon Min Soo (Papanya Hoo - Appa Eodiga). Agency yang berisikan musisi-musisi papan atas berkualitas. 2 yang paling terkenal adalah Vibe & 4Men. Berhubung gue ngefans banget sama yang namanya Yoon Min Soo (Vibe) dan pas banget gue kesana pas Vibe lagi comeback, jiwa alay pun mulai bergejolak. Samperin ke kantornya kali aja ntar ada keajaiban bisa ketemu YMS. Hahahah tapi ujung-ujungnya gak ketemu juga sih.



Ujung-ujungnya gue cuma hunting-hunting foto sekitaran sana. Pemandangan dan jalanan Korea yang selalu dihiasi deretan pohon-pohon bikin gak pernah bosan buat cuma sekedar jalan-jalan doang. Walaupun gak ketemu YMS, gue masih bisa lah nambah koleksi foto-foto jalanan.




Day 6 - Yeouido Hangang Park (여의도한강공원)

How to get there:

Get off at Yeouinaru St Exit 2/3

Salah satu taman terbagus dan terbesar di Seoul

Day 6 - Mouse Rabbit & Konkuk Univ (건국 대학교)

How to get there:

Take Shinbundang Line at Yangjae St
Get off at Konkuk Univ St Exit 2



Iseng mengunjungi cafenya Yesung - Super Junior. Dari Exit 2, belok kiri trus lurus sampai menemukan outlet Samsung. Lalu belok kiri ke gang yang ada di deket samsung tersebut. Cafenya berada di dalam gang.



Gue cuma short visit doang kesini sekalian biar bisa melihat Konkuk Univ. Konkuk Univ berada di seberang jalan dari outlet Samsung tadi. Emang pinter sih Yesung. Kepikiran buat buka cafe deket kampus.

Ketemu first love perkoreaan...crush jaman Endless Love - Song Seung Hun <3








Dari sini, karna udah siang menjelang sore, gue langsung cus ke Namdaemun Market buat belanja-belanji dan nyari oleh-oleh.

Day 6 - Namdaemun Market (남대문 시장)

How to get there:

Take Line 2 at Konkuk Univ St
Get off at Hoehyeon St Exit 5

Namdaemun Market tepat berada di exit 5. Namdaemun market ini super luas. Sebenarnya ini cuma pasar biasa. Dari yang menjual oleh-oleh dan souvenir sampai jualan sayur pun akan teman-teman temukan di pasar ini. Disini banyak sekali souvenir-souvenir yang bisa dijadiin oleh-oleh, kayak gantungan kunci, guntingan kuku, kaos, magnet kulkas, postcard, snack gingseng, permen, cokelat dan sebagainya. Harga di Namdaemun Market ini juga relatif murah dibandingin kalau kita beli di Insadong (tourist spot).

Gue gak belanja banyak. Memang gue kalau pergi-pergi palingan cuma beliin oleh-oleh buat keluarga, buat temen-temen terdekat, dan buat diri sendiri sebagai kenang-kenangan kalau udah pernah kesana.  

Tips berbelanja di Namdaemun Market ini, jangan malu untuk menawar. Rata-rata sih harganya memang tidak terlalu mahal, 10.000 KRW untuk satu set souvenir isi 10. Namun, itu masih bisa banget ditawar. Gue belanja di  satu toko dan kebetulan Sajangnimnya (pemilik) ramah dan baik banget. Dia pun gak marah kalau gue nawar seenak jidat. Hahaha. Lumayan lah dapet harga rata-rata 8.000 KRW buat souvenir yang isinya 12. Gomapseumnida Sajangnim~
Oya, bagi yang suka hunting postcard, di Namdaemun ini juga banyak yang jual postcard. Gue beli yang ukuran menengah, satu kotaknya (isi 15) cuma 3000 KRW. Harga awal 5000 sih, jangan malu untuk nawar pokoknya~~ 
Gue pernah nanya di Gimpo airport, Harganya 3x lipat bro bye crazy rabbit

Gak terasa udah sore menjelang malam aja. Dari Namdaemun Market, gue balik ke hostel buat naro barang-barang. Makan bentar sama rendang yang gue bawa. Trus abis itu lanjut lagi keluar.

Day 6 - Hongdae (홍대)

How to get there:

Get off at Hongik Univ St Exit 1 & 9


Gue cuma jalan-jalan di sekitaran Hongdae. Lumayan bisa liat seniman-seniman busking di jalanan. Yeoksi~ Hongdae emang hidupnya 24 jam banget. Walaupun udah malam, tetep rame sama anak-anak muda. Disini juga banyak street food di sepanjang jalan. Seperti biasa, gue gak bisa beli karna ada Soondae dan teman-temannya. Hiks. Gue puas-puasin keluar malam dan jalan-jalan di sekitar Hongdae. Menikmati malam terakhir di Seoul. Gak tau kapan lagi bisa balik ke negeri dongeng eh ginseng ini. moving crazy rabbit


Malamnya gue packing karena besok harus cus balik ke Jakarta.