MUTHIATHEEXPLORER

Part Time Traveler, Full Time Planner
Follow Me
Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts

Liburan akan segera berakhir. Ga berasa hari ini ternyata hari terakhir kita di Bangkok yang artinya besok kita sudah harus kembali ke dunia nyata. Banting tulang ngumpulin pundi-pundi buat jalan-jalan lagii~~victory onion head


Wat Pho
How to get there?
Naik BTS turun di Saphan Taksin Exit 2.
Jalan menuju Sathorn Pier, dan naik Chao Phraya Boat (Flag Orange)
Turun di N9 (Grand Palace)
Fare: 15 THB (Bayar di boat. Ada keneknya)
HTM Wat Pho: 100 THB





Di hari terakhir ini, kita hanya akan muter-muter keliling Bangkok karena malemnya kita harus terbang kembali ke Jakarta. Destinasi utama kita hari ini yaitu Grand Palace dan Wat Pho. Sengaja ga sengaja sih meletakkan tempat ini di hari terakhir. Niatnya biar bisa explore dari pagi. Soalnya denger-denger kabar kalau antriannya kayak antrian di Kanim Jaksel. Ditambah lagi Grand Palace yang hanya buka stengah hari karna Thailand masih dalam masa berkabung. 

Dan ternyata kita merencanakan keputusan yang tepat. Grand Palace official mulai beroperasi normal lagi di hari ini. cheer1 onion head 

Pagi-pagi kita pun mengeluarkan barang dari kamar. Membawanya menuju storage yang ada di lantai bawah. Yaps sudah saatnya kita check out dari hostel super kece ini. Setelah beres nyimpen barang, kita mencoba untuk memesan Uber dan GrabCar. Dari hostel ke Grand Palace sebenernya ga begitu jauh. Bisa ditempuh lewat darat. Dari sekian kali percobaan mesen uber, akhirnya GrabCar lah yang mau nerima kita. Fare-nya 70 THB (mobil dengan kapasitas untuk 3 penumpang kayaknya. Di Bangkok, kebanyakan mobilnya sedan atau segede yaris). Kita menunggu mobilnya datang. Sengaja cuma baru pesen 1. Mau lihat kapasitas mobilnya. Kali aja muat 6 orang. *hahaha ngarep demi irit*. 

Mobil yang ditunggu tak kunjung datang. Gue pun chat drivernya. Kebetulan emang order pakai hp sendiri. 

Gue: We are waiting in front of Restiny Hostel *trus kasih alamat*
Driver: Traffic *plus tulisan cacing*
Gue: Oooo..so may I cancel this order?
Driver: Not speak english *lah ini apa? hahaha xDD
Gue: *cari tulisan cancel versi cacing di gugel translet*
Driver: *bales tulisan cacing doang yang setelah gue paste ke gugel translet artinya Cancelled. Fiuuuuuuuh

Batal sudah rencana kita untuk naik mobil ke Grand Palace. Terpaksa harus nyebrang Chao Phraya lagi. Berhubung hari ini kita akan menggunakan BTS seharian, kita pun beli One Day Pass lagi.

One Day Pass

Kita pun naik BTS menuju Saphan Taksin. Hari itu merasa agak-agak salah kostum karena semua orang termasuk orang kantoran, pakaiannya hitam-hitam semua. Kalo ga item, biru donker. Kita doang yang berwarna. Eh kita ber-5 deng. Salah satu diantara kita ada warga lokal yang menyelundup. Dia adalah si C.  uhuhuh onion head 




Setelah menyebrang naik Chao Phraya boat, sampailah kita di N9. Keluar dermaga akan langsung disambut sama pasar dan Grand Palace ada di depan pasar tersebut. Benar saja ternyata antrian sudah super mengular. Padahal saat itu baru pukul 9:00.

Kita pun ikut antri di sana. Di sekeliling Grand Palace, dipadati oleh orang-orang berbaju hitam yang katanya lagi berdoa memperingati 100 hari kematian Raja. 

Di antrian inilah bermulai kisah "Nyaris kena scam"-nya kita.
Tiba-tiba kita didatengin seorang pria paruh baya berbaju hitam. Di bajunya ini tertulis "Grand Palace". Dia juga berbahasa inggris lumayan bisa dimengerti.

Penipu: Hello...do you have a ticket?
Kita: *otomatis jawab belum. Kan ini mau ngantri buat beli.
Penipu: Oooo...you must have a ticket. If no, you come back here at 11.00. Now, can't. If you book via phone yesterday, you can. If no, can't. *dia berulang-ulang ngomong ini*
Kita: Hoooo...why?
Penipu: Thai people pray today for King. So, you must book yesterday via phone to see. Not? then can't
Kita: *dengan polosnya percaya*. Okay, we just need to go to Wat Pho first.
Penipu: Oh Wat Pho also can't. You come back at 11.00. Are you from Indonesia?
Kita: *dengan bahagianya jawab iya*
Penipu: You are lucky. Today 100 days of King's death. You go with Thai Boat tour and come back again at 11.00. It's free
Kita: *tertarik karna free*
Penipu: You can see floating market and blablablalabbalbala *dan kita makin tertarik*
Kita: How to get there?
Penipu: Tuk tuk. You say to driver you want to go to Thai Boat Tour. They know
Kita: *tanya harga tuk tuk*
Penipu: 10 THB (4000 perak) 1 person.
Kita: *semakin tertarik lagi karna murah banget. Soalnya kita pernah nanya kalau naik tuk-tuk itu mahal*
Penipu: Are you study? *hahahaha maksudnya student
Kita: *dengan polosnya jawab gak*
Penipu: Oh just say you are study. They give discount *ga sadar mulai ga sinkron kata-katanya. padahal tadi bilangnya gratis*. 
You say no study, so expensive *hahaha transletan: bakalan dikasih harga mahal kalo bukan student
Kita: Do we need to show our student ID?
Penipu: No. *udah lumayan agak mulai sadar kalo ada yang aneh

Setelah lama ngobrol, temen gue Si A nyeletuk: "Wah jangan-jangan doi mo minta bayaran nih".
Seolah-olah mengerti, Si Penipu semacem menjawab pertanyaan kita.

Penipu: I don't need money. I work in the Grand Palace for a long time. blblbalbalbalbla *dia bilang demi Raja dan Buddha.
Kita: *percaya aja karna udah bawa-bawa Raja dan Buddha. Trus dia kayaknya juga baik 

Karena kita setuju untuk mo ikut saran dia, dia pun bantuin buat nyetop tuk tuk pertama. Tapi gagal (karna bukan temannya ternyata). Barulah di tuk-tuk kedua dia berhasil nyetop.

Oya sebelum dapet tuk tuk kita sempet foto dulu sama Penipu ulung ini:

Foto Muthia Prima.
Penipu 1

Dia pun bilang ke abang-abang tuk tuk kalo kita mau ke Thai Boat. Tapi abis itu dia ngomong pake bahasa Thailand. Kita masih belum (terlalu) curiga. Barulah pas naik, gue melihat gelagatnya yang mencurigakan. Dia bisik-bisik trus melirik kita. Sebelum tuk tuk jalan, dia masih sempet ngingetin jangan lupa bilang "I am Student" biar nanti dikasih diskon pelajar jadi 500 THB. Mendengar 500 THB, kita pun jadi males. Tadi katanya gratis padahal. Yaudahlah, mumpung udah di tuk-tuk, kita nikmati dulu perjalanannya.

Fyi, kita di tuk tuk empet-empetan berenam. Hahahaha. Udah kayak sarden. Tak lupa selfie sukaesih sama abang sopir tuk-tuk.

Foto Muthia Prima.
Ga sadar kalo lagi dalam perangkap. Bersama Penipu 2

Di tuk tuk, gue iseng nyeletuk, "Jangan-jangan kita lagi kena scam". Si B pun bales: "Wah bener...Jangan-jangaaaaaan" sambil ketawa bareng. Hahahah masih bahagia karna yang penting Tuk Tuk udah unlocked.cheer2 onion head 

Tawa kita lenyap saat tuk tuk ini belok kanan. Membawa kita ke gang sempit, bukan ke dermaga, sepi, di pinggirnya cuma ada mobil pick up dan di ujung gang udah menunggu sekomplotan Mafia dengan badan yang lumayan keker. Barulah mulai panik. Udah ga bisa berpikir normal terutama gue. Takut kita diapa-apain. Gue istighfar sepanjang jalan sebelum tuk tuk bener-bener berhenti. Dia bener-bener berhentiin kita di depan gerombolan si berat itu. Ya Allaaaaah lindungilah kami....desperate2 onion head 

Alhamdulillah Allah masih sayang sama kita. Mereka untungnya ga maksa dan ngelepasin saat kita bilang kalau berubah pikiran dan mau keliling dulu di sini. Ntar balik lagi. Agak heran juga kenapa bisa dilepasin. Ternyata eh ternyata, di belakang kita udah ada sekelompok turis tak berdosa yang datang. Calon korban berikutnya. Kalau mereka maksa takut ntar yang baru dateng curiga kali ya. Akhirnya di lepasin. Kita pun jalan (setengah berlari) ke arah jalan besar. Duh syukurlah selamat dari para penipu itu. Semoga turis di belakang kita bisa selamat juga.

Ternyata ada untungnya juga kita jadi korban percobaan scam. Kita semacem dianter ke Wat Pho. Gang sepi itu terletak tidak begitu jauh dari Wat Pho. Dengan 10 THB kita bisa sampe Wat Pho tanpa harus berjalan di tengah panas teriknya Bangkok saat itu. cute2 onion head 

Kita pun masuk dan beli tiket Wat Pho. Baru bener-bener sadar saat lihat jam. Waktu masih menunjukkan pukul 10.00 dan Wat Pho buka. Oh Shit! Berarti Grand Palace yang baru buka jam 11.00 itu cuma akal-akalan penipu licik itu. Hahahaha. 

Info: GRAND PALACE dan WAT PHO BUKA SETIAP HARI DARI JAM 8:00 - 18:00. Ga ada acara pake baru buka untuk umum jam 11. 

Kebetulan dia momennya pas banget. 100 hari kematian raja jadi orang Thai harus doa dulu. Jam 11 buat umum. Makanya kita percaya gitu aja. Well~ mungkin kita yang terlalu polos. Besok-besok harus belajar lebih cuek terhadap orang yang tak dikenal. Kayak bule-bule. Ga boleh terlalu ramah kayak orang Indonesia. Noted!









Grand Palace
How to get there?
Jalan kaki dari Wat Pho.
Grand Palace ada di sebelah Wat Pho.
HTM Wat Pho: 500 THB

Hi~~ kita kembali ke tempat bermulanya kisah tipu-menipu. Untunglah hari ini mulai beroperasi normal. Kalau cuma buka setengah hari bisa gue sumpah-sumpahin itu penipu. 

Kita jalan kaki dari Wat Pho. 





Kita jalan mengelilingi Grand Palace. Hahahah kita salah belok. Harusnya ga harus keliling-keliling kayak gini. Harusnya cukup lurus dari Wat Pho ke tempat antrian kita ketemu Penipu. Ini kita malah belok kanan dari Wat Pho yang ujungn-ujungnya malah sukses bikin kita muterin Grand Palace dari luar. sweating onion head 

Kawasan Grand Palace merupakan kawasan yang steril. Jadi untuk memasukinya, pemeriksaannya lumayan ketat dan disuruh nunjukin pasport juga. 

info onion headJangan lupa selalu bawa passport kemana-mana.

Ternyata pengunjung luar biasa rame di dalam Grand Palace. Kita masih antri di luar. Masih menunggu giliran untuk masuk ke dalam. Kebetulan pas banget saat kita antri ada prosesi semacam upacara pergantian penjaga. Jadi harus sabar menunggu.
Selama menunggu untungnya ada hiburan. Bapak-bapak petugas yang jaga di pintu masuk ngasih pengarahan ke pengunjung yang antri.

"People in go to the out then you people out go to the in"

Hahahahah kita ngakak denger Si Bapak ngomong. Kebetulan kita persis di depannya. Dia pun senyum karna sadar kali kalo bahasanya luar biasa. Tapi ga bisa disalahin juga sih. Inti komunikasi kan biar lawan bicara paham. Dan ini kita super paham maksud Si Bapak apaan. Cool. Hahaha victory onion head *beraninya ngetawain doang. Padahal bahasa inggris sendiri belum tentu bener. xDDD

Tibalah giliran kita buat masuk ke kawasan Grand Palace yang sesungguhnya. Saking gedenya sampe bingung beli tiket dimana. Ujung-ujungnya kita ga jadi beli tiket karna menemukan kawasan yang instagramable tanpa harus beli tiket. Jadilah kita cuma foto-foto di sekitaran sana. Udah ga sanggup juga keliling-keliling pagoda yang notabene juga mirip-mirip di cuaca sepanas ini. Yang penting kita bisa foto di landmarknya.
Wat Pho di Buddha tidurnya. Grand Palace di Pagoda kuningnya.



Dan duit 500 THB jatah buat beli tiket ini bisa buat tambahan shopping yeyeyeyeye~cheer3 onion head

Jam udah menunjukkan pukul 13.00. Perut juga udah miskol miskol minta makan. Kita pun langsung terbayang makan siang di Resto Ibu-Ibu Malaysia di Soi 7. Tanpa pikir panjang langsung jalan ke dermaga dan menuju kesana. 

Oya di jalan juga sempet beli jus mangga super enak. Bener-bener bukan sekedar jus tapi sari mangganya. Mungkin kalau ditanya apa yang lo suka dari Thailand, gue bakal jawab: Buah-buahannya. Jambunya manis, sampai mangga pun manis banget cheer2 onion head 

Jus Mangga

Alhamdulillah kali ini kita tak sia-sia datang ke Resto Ibu-Ibu itu. Restonya buka dan wajah kita ternyata ingat-able. Si Ibunya langsung notice. Seperti biasa tak lupa mesen Tom Yum dan tentunya apapun makanannya minumannya tetep Es Thai Tea. Sementara makanan dibikinin, ada yang bertugas beli Pad Thai di luar demi terunlockednya semua makanan Thailand. 

Pad Thai

Makanan pun datang. Kita makan dengan lahap. Seneng banget ketemu nasi lagi. Karna Mesjid deket dari sini, kita pun sholat di sana. Sehabis sholat, balik ke hostel untuk menjemput barang. Tadinya kita cuma bawa 1 ransel, sekarang masing-masing ada tentengan. Hihihii. Itupun masih mau lanjut shopping lagi habis ini. waiting onion head 

Resepsionis hostel sampe gemes ama kita gegara masih mau jalan lagi bukannya langsung ke airport. Oya udah jam 4 sore soalnya dan pesawat kita pukul 20:55. Target awalnya jam 6 udah harus di airport, namun karna udah check in online, jadinya dimundurin pukul 7 malem. 

Mengingat barang bawaan yang banyak, kayaknya ga sanggup buat naik BTS. Turun tangganya sih sebenernya. Akhirnya kita memutuskan untuk naik taksi ke MBK. Tulisannya sih Taxi Meter tapi pas udah naik, sopirnya pura-pura Argonya rusak. Heol~~ Tapi untungnya dia masih ngasih harga dalam taraf wajar. 60 THB (24 rebu). Jalanan lumayan macet tapi lancar. Dalam 15 menit, kita sampai di MBK.

Kali ini kita misah-misah karna udah dikejer waktu. Gue dan Si B, temen berpaspor 24 halaman langsung menuju lantai 5. Masih ada souvenir yang harus dibeli. Niatnya sih cuma beli 2 barang doang eh ujung-ujungnya karna duit masih banyak di tangan malah kalap. Duit 1000an THB lebih ludes dalam 5 menit saja. Wah kalau ada uang kaget mah bisa banget nih kita ikut. Ga bakalan kebingungan beli barang-barang. Bahkan saking kalapnya gue, ga sadar kalo masih butuh ongkos bus ke airport. Ujung-ujungnya malah ngutang sama Si D, Bank berjalan kita. Kalo ada yang kekurangan duit di antara kita, tinggal sebut nama D 3 kali. Hahahaha cheer1 onion head

Sekitar pukul 17:30, kita cus ke Mo Chit. Yap untuk naik bus A1 kita harus naik dari Mo Chit.

Bus A1 (Mo Chit - DMK)
How to get there?
Naik BTS turun di Mo Chit Exit 3.
Haltenya tepat pas kita keluar dari exit 3.
Ongkos: 30 THB

Kita menunggu bus A1 di halte. Lumayan lama sih nungguinnya dan orang yang antri juga rame. Untunglah pas bus datang, kita bisa masuk dan dapat duduk. Karna tujuan akhir bus ini adalah airport, jadi ga usah khawatir bakalan nyasar dan kelewat. Sekitar 1 jam-an, kita pun akhirnya sampai di airport.

Lagi-lagi dibikin kaget sama airportnya. Bukan karna jelek tapi lebih bagus dibandingin pas kita nyampe. Sempet kepikiran apa kita nyasar ke Suvharnabhumi? xDDD Abisnya berbanding terbalik sama Arrival Hallnya. 

Karna udah check in, jadi kita pun tinggal nyetak Boarding Pass di mesin Self Check In Air Asia. Proses ngeprint boarding pass tidak berjalan mulus pada awalnya. Barcodenya ga kebaca. Kita pun melapor ke petugas. Mereka menyuruh kita buat antri kayak check in normal. Padahal tujuan check in online kan biar ga antri. Ini malah suruh antri lagi. Lagian kita juga mau jauh-jauh dari counter check in, ada yang takut bagasinya overweight. Hihihihi maklum ga beli bagasi.

Berhubung masih penasaran buat ngeprint boarding pass, gue pun ngirim ulang barcode. Kali ini bukan ke email tapi SMS. Ampe buka dompet lagi ngeliat nomor simcard Thailand. Kebetulan kan lagi pake nomor sini. Akhirnya barcode berhasil dikirim lewat SMS. Di SMS tersebut nantinya akan ada link lagi. Ternyata barcode yang kebaca di mesin itu adalah barcode dari link ini. Fiuuuuuuuuuh berhasil juga nyetak boarding pass tanpa harus ketemu petugas check in. Yeaaaaay dan barang kita pun aman. Walau lebih-lebih dikit tapi ga ketauan. cheer3 onion head 

Hiks, sudah saatnya kita berpisah dengan Thailand, dan dengen temen kita Si E. Kita berlima langsung menuju Jakarta sedangkan dia harus transit dulu di KL sebelum melanjutkan penerbangan ke Banda Aceh. Karna beda flight, artinya kita juga beda gate. Kita pun berpisah dan menunggu di gate masing-masing. 

info onion headDi dalem gate ini ada dispenser. Yaps, dispenser instead of tap water. Dan untuk toilet, toiletnya kering. Jangan lupa selalu siap sedia tissue basah.

Pukul 9 malem, kita pun terbang ke Jakarta. Gue langsung tertidur as soon as duduk di pesawat. Sepanjang penerbangan bener-bener tidur pules. Sekitar 30 menit sebelum landing baru kebangun. Dan tahukah anda apa yang gue liat? Ternyata gue duduk di sebelah pasangan gay *no offense* 

HEOOOOL WAENNYEOOOOOOL OMAIGAAAAAT MERLIN'S BEARD. Semua ekspresi kaget membuncah di dalem hati. Bangun bangun yang gue liat malah 2 orang pria saling main tulis-tulis kata-kata gitu di paha satu sama lain. Trus kayak bermanja-manja ria dan saling nyolek. Astagaaaaaa. Toloooooong gue pengen menjauh dari sana. Untunglah gue terselamatkan oleh pesawat yang udah landing dengan selamat di Soetta. Udah ga sabar pengen turun. bye2 onion head 

Setelah perjalanan yang super seru dan menegangkan, akhirnya 24 Januari 2017 pukul 00:30, kita kembali menginjakkan kaki di tanah air tercinta. Yeaaaaaaaay we're home~~~

Semuanya UNLOCKED. Termasuk makanannya.
  • Thai Tea
  • Tom Yum
  • Pad Thai
  • Mango Sticky Rice
  • Halal Street Food 

Itulah kisah perjalanan gue dan temen-temen kali ini. Semoga yang lagi sedih bisa terhibur, yang lagi butuh informasi, bisa dapet tambahan referensi dari tulisan ini. Bye byeeee~~~ nantikan cerita perjalanan gue selanjutnya. Tentunya di destinasi dan negara yang berbeda.

Annyeeeeeong~~~ bye1 onion head
eh salah...

Khop Khun Khaaaa~~~cheer1 onion head 

Cheers,
victory onion head 
Muthia

Ini adalah hari kedua kita menggunakan jasa Khun Surasak. Berhubung perginya sama Khun Surasak, artinya destinasi kita hari ini juga lumayan jauh. Mau kemana kita? Yuhuuuuuuu ke Hua Hin~~~

Sama kayak Pattaya, Hua Hin juga merupakan kota yang terletak di pesisir pantai. Namun, lagi-lagi kita ga mampir ke pantainya. Masalah pantai-pantai mah kayaknya masih Indonesia juaranya. Ntar kalo mau explore pantai, wisata dalam negeri aja. 

Pukul 07:00 kita janjian dengan Khun Surasak. Tapi sebelum itu, mengingat sulitnya mencari makanan dan bosan dengan KFC, kita pun beli sarapan dulu. Berdasarkan info yang didapet semalem dari akak-akak Malaysie yang jualan, tiap pagi sekitar pukul 6, pedagang-pedagang juga udah banyak yang mulai berjualan makanan untuk sarapan di Soi 7. Kita pun memutuskan untuk jajan disana. 

Perjalanan kali ini sedikit lebih bermartabat dibandingin kemaren. Soalnya kita udah beli sarapan dan tentunya bukan KFC tapi semacam roti maryam. Selain roti maryam, gue juga beli ayam goreng. Cukup dengan merogoh kocek 35 THB (14 ribu) saja, kita bisa mendapatkan 2 sayap ayam dan sebungkus ketan. Dikasih satu bungkus sambel juga. Untung ga dicampur soalnya setelah ada yang nyoba itu ternyata sambel BUSUK alias sambel bau terkutuk. tar onion head

Eits tapi ayam gorengnya super enyaaaaaaak. Maknyoooos. Ayam itu gue jadiin bekel makan siang. victory onion head

Planning kita hari ini adalah:
  1.  Santorini Park
  2.  Swiss Sheep Farm
  3.  The Venezia
  4.  Stasiun Hua Hin
Yups, cuma 4 destinasi doang. Pertimbangannya adalah karna kita rame dan pasti akan sangat rempong foto-foto di tiap lokasi. Kerempongan yang juga akan memakan waktu lama pastinya.
Di tengah perjalanan, Khun Surasak menyampaikan kabar gembira. Kita akan dibawa ke Mae Klong Market. Pasar yang ada di pinggir rel. Pada jam tertentu akan dilewati kereta. Kita pun dengan senang hati menerima tawaran Khun Surasak. Untuk dapat melihat kereta melintasi pasar tersebut, kita harus sampai disana maksimal pukul 8:30, jam lewat kereta. Keretanya cuma lewat 4 kali dalam sehari.

Mae Khlong Market

Finally we made it. Berkat jalanan yang lancar kita bisa sampai sebelum 8:30. Kita pun langsung menuju TKP, pasar pinggir rel tempat kereta lewat. Masing-masing bawa senjata alias kamera.
Saat semua udah turun, eh ada yang masih nongkrong di mobil. Si E yang lagi meratapi nasib kalo dia bawa kamera tapi lupa bawa batre. Hahahah uhuhuh onion head Gegara semalam di-charge trus lupa nyabut batrenya. Jadilah seharian doi jadi asisten gue, bawain kamera dan motoin kita. relax1 onion head  Ya kalo dia mau foto, tetep difotoin kok. Gue ga sekejam yang kalian bayangin. victory onion head

Ini dia laporan langsung dari TKP. Pasar udah dipenuhi oleh turis-turis. Kebanyakan sih bule. Bener-bener pasar yang super dahsyat. Tenda-tenda akan ditutup saat kereta lewat dan akan dibuka kembali kalo keretanya udah menjauh. Yang lebih dahsyat lagi adalah perhitungan si penjual dalam menyusun ketinggian dagangan biar ga kelindes kereta. Warbyasaaaaaaaah. Baru kali ini liat pemandangan super "daebak sakon" kayak gini. Sampe bule sebelah kita berulang-ulang bilang "This is crazy~~ This is crazy~~"


Orang-orang bersiap menepi sesaat sebelum kereta lewat




Tendanya dibuka lagi~


Oya sebelum kereta lewat, lagi-lagi kita ngelawak. Kita ngarahin kamera ke arah kiri padahal semua orang udah antisipasi nengok ke arah kanan. Dengan kondisi masih ga sadar dan polosnya, tetep berdiri dengan PD-nya sambil megang kamera. Sampai akhirnya om Bule ngomong:

Bule: Train comes from there. *nunjuk arah yang berlawanan sambil senyum-senyum*
Kita: Hoooooo...hahahah thank you~~ *langsung balik kanan grak*
Udah PD trus salah lagi. Untung kereta belum lewat. uhuhuh onion head
Bener-bener pengalaman super tak terlupakan bisa ke tempat ini. Khop Khun Kha Khun Surasak.

Sehabis dari sini, barulah kita lanjut ke destinasi utama di Hua Hin. Ternyata Hua Hin jauh juga. Perjalanan dari Bangkok ke Hua Hin menghabiskan waktu sekitar 3 jam. 
Mengingat tadi ada yang teledor ninggalin batre dalam keadaan lagi dicharge, Si B yang berpaspor 24 halaman berbaik hati untuk menghubungi resepsionis hostel. Berkat kebaikan hati Beliau lah (hahahahah beliau?) akhirnya batre si E berhasil terselamatkan dari dampak kebocoran. *disuruh tulis begini*uhuhuh onion head

Urusan batre pun akhirnya beres.
Sepanjang perjalanan kita karokean di mobil. Dari lagu Indonesia, korea, sampai lagu mandarin. Untunglah Khun Surasak ga nurunin kita di jalan karna berisik di mobilnya dia. xDDD Malahan dia ketagihan denger suara merdu kita. Katanya lagu yang kita nyanyiin barusan (kebetulan kita medley nyanyiin lagu kahitna) enak dan dia suka. Aseeeeeek om om Kahitna jadi dapet tambahan 1 fans nih.

Bicara soal Hua Hin dan tempat wisatanya, bener sih yang ditulis di blog-blog kalau Santorini Park lah yang pertama kali terlihat. Namun, ini ga cocok ditaro diurutan pertama soalnya berada di seberang jalan. Dan jalan ini berupa jalan semi tol. Mobil yang lewat juga super kenceng. Jadi akan sangat susah untuk nyebrang apalagi ga ada jembatan penyebrangan.

info onion head Sebaiknya Santorini Park ditaro di urutan paling akhir. Sebelum kembali ke Bangkok. Biar gampang, ikuti aja urutan perjalanan kami.
 
Camel Republic
How to get there?
Dianterin Khun Surasak.
Camel Republic adalah tempat wisata yang bisa dicapai tanpa harus nyebrang kalau datang dari arah Bangkok.
Kita disini cuma numpang nambah koleksi foto doang. Narsis di depannya aja. Jadinya gratis.





 Lanjuuut~~
Swiss Sheep Farm
How to get there?
Dianterin Khun Surasak.
Lokasi: Cha Am. Ga nyampe Hua Hin banget
HTM = 120 THB

Ini adalah tempat wisata paling cute menurut gue. Kayaknya kita juga menghabiskan waktu terlama dan memproduksi foto terbanyak juga di tempat ini. Bagus-bagus dan kece-kece abis. Bawaannya pengen upload semua.
Beberapa teaser buat anda semua: 











Panas terik ga mematahkan semangat sedikit pun untuk tetep exist. Yang berhasil mendistract kita hanyalah lapar semata. shy onion head Sudah waktunya makan siang.

Kita beli makan siang di McD deket pom bensin. 
Swiss Sheep Farm ini diapit (agak jauhan juga sebenernya) oleh 2 pom bensin. Pom bensin yang tepat berada di sebelahnya, ada kantin dan mushola. Jadi bisa sholat di sini. Sedangkan McD ada di pom bensin yang agak jauhan. 

info onion headManfaatkan waktu dengan baik di sekitar sini. Ada tempat sholat dan makan. Biar selamat dunia akhirat. 

Gue cuma beli French Fries di McD soalnya masih ada ayam dan ketan yang tadi pagi udah dibeli.



Abis makan, kita lanjut ke Hua Hin. (Lha? Kan ini Hua Hin?)
Jadi ternyata ini belum masuk Hua Hin. Swiss Sheep Farm ini masih terletak di daerah Cha Am.
Sengaja kita dari sini ke Hua Hin dulu, biar nanti ga bolak balik. The Venezia dan Santorini Park searah dengan jalan pulang ke Bangkok.


Hua Hin Railway Station
How to get there?
Dianterin Khun Surasak.
Berdasarkan info dari Khun Surasak, Hua Hin Station ini dulunya dipake khusus untuk Royal Family. Bahkan dibuatkan ruang tunggu spesial berbentuk rumah.
Karena ini cuma stasiun, jadinya ga ada HTM.

Royal Family menunggu kereta di depan ruang tunggu ^^v



Saking panasnya, muka udah ga kayak muka. Kalo kata Gui Gui (Artis Taiwan) "My face is not my face" xDD

Untung aja ada abang-abang tukang es krim. Yeaaaay akhirnya kita jajan coconut es cream di sini.

Coconut Es Cream

Coconut es cream unlocked. Maknyos enaknyaaaa...

Mari kembali ke Cha Am~


The Venezia
How to get there?
Dianterin Khun Surasak.
Lokasi: Cha Am
HTM = 180 THB for Sightseeing 
Ciluuuuuuukbaaaa~~
Tetap riang gembira ga kenal lelah. Padahal liat sendiri kan itu panasnya kayak apaan. Jakarta mah masih kalah panas. Jauuuuuuh~~*lap keringet*



Disini juga banyak spot foto ucul. Cuma kita disini ga selama mampir di Swiss Sheep Farm yang bener-bener diexplore ampe ke kandang-kandangnya. 

Untuk yang ingin naik gondola ala-ala venice sebaiknya beli paket dari awal. Soalnya kalau nambah gondola doang jatuhnya lebih mahal. Kebetulan kita emang cuma niat sightseeing jadi ga ambil paket yang ada wahananya. Cari yang murah aja cuy. 

Mari lanjut ke destinasi terakhir di Cha Am.


Santorini Park
How to get there?
Dianterin Khun Surasak.
Lokasi: Cha Am
HTM = 150 THB

Santorini Park ini sebenernya juga arena bermain. Tapi seperti biasa, kita hanya berniat untuk lihat-lihat doang. Murah meriah yang penting hepi dan menghasilkan foto yang berkualitas. Trus tak lupa pamer di path. 

SPG Santorini Park xDD













Karna hari sudah menunjukkan pukul 4 sore, mengingat perjalanan yang akan ditempuh juga lumayan panjang, kita pun bersiap-siap untuk kembali ke Bangkok. Kalau tadinya pas pergi masih punya banyak tenaga untuk bernyanyi, tidak untuk perjalanan pulang ini. Semuanya terkapar di mobil. Tidur pules dan kemungkinan ada yang ngorok di antara kita saking udah lelah dan capek.

Perjalanan pulang ini ga selancar pas pergi. Sekitar pukul 19:30, barulah kita sampai di Bangkok. Kali ini kita langsung balik ke Hostel. Soalnya ini adalah malam terakhir kita di sini. Besok pagi-pagi kita udah harus check out. Untuk itu, malam ini harus ketemu dengan resepsionisnya. Minta ijin numpang barang di storage soalnya besok kita masih wisata keliling bangkok seharian. Ternyata kita dibolehin nitip barang. Sekitar jam 2 barang akan kita ambil kembali. Baik sekaliiiii~~~

Setelah urusan beres, kita sholat dan keluar lagi. Apalagi yang dicari kalau bukan makanan di Soi 7.

Akhirnya kita bener-bener makan enak dan nikmat di Soi 7. Mulai dari beli jajanan-jajanan kecil kayak sosis bakar, sampai martabak pisang, martabak beef, martabak ayam (hahaha serba martabak). Kalo soal minuman ga usah ditanya. Apapun makanannnya minumnya ya Thai Tea.
Aigoooo~~ Kenapa baru di detik-detik terakhir kita nemuin makanan-makanan ini sih? innocent onion head

Berbagai macam sosis bakar


Martabak Pisang

Martabak Beef

Apapun makanannya, minumnya Thai Tea

Sumpah jajan disini murah banget. 
  • Martabak Chicken: 20 THB
  • Martabak Beef: 30 THB
  • Thai Tea: 35 THB

Nih menunya:

Menu makanan di akak-akak Malaysie

Kita sengaja pesen menu yang berbeda biar bisa saling icip. Oya kali ini yang makan disini lagi-lagi cuma berempat. Ini bukan 4 orang yang hidungnya sensitif, tapi formasinya adalah 2 sensitif, 2 baja. xDD

Trus yang 2 lagi kemana? 
Mereka berdua masih ingin shopping-shopping ria di Chatuchak. Si D galau gegara hari ini nyaris ga ada kesempatan buat ke Chatuchak. Soalnya setau kita cuma sampai jam 18:00. Seharian dieeeeem aja mikirin baju di Chatuchak. Padahal aslinya hiperaktif. Susah disuruh diem. Untunglah ternyata Chatuchak buka sampe malam.

--Kembali ke kita berempat yang lagi asyik makan--

Kita makan dengan lahap. Apalagi pas nyicip karinya yang luar biasa enak. Kebetulan salah satu di antara kita beli roti beef kari. Karinya ini makin nikmat pas dimakan dengan martabak. Anehnya kenapa ga ada menu Martabak Kari. Padahal enak parah.

Terbersitlah keinginan buat bungkus Martabak Kari walau ga ada di menu.

Gue: Akak~ nak bungkus. *yaps yang jualan akak-akak orang Malaysie*
Akak: bungkus ape ke?
Gue: Martabak Kari 2
Akak: Hah? Tak de..
Gue: Ade je laaaah *ngasal banget bahasanya* Martabaaaak~~~ ininya *sambil angkat mangkok isi acar* kari.
Akak: Tak de Tak de
Gue: Masa' tak de. Martabaaaak~~~ ininya *sambil angkat mangkok isi acar* kari.

Dengan bantuan abang-abang Malaysie akhirnya si akak ngalah. Kita berhasil mendapatkan custom menu. Fufufufu pretty onion head
Karna menu custom, harga pun custom. Jadi 50 THB untuk martabak beef kari.


Sengaja beli martabak di bungkus buat sarapan besok pagi. Di Hostel ada kulkas dan microwave. Jadi besok pas mau sarapan tinggal diangetin. 
admire2 onion head 

Setelah itu, kita balik ke Hostel. Namun sebelum balik, karna kita liat ada yang jual Mango Sticky Rice, jadilah mampir dulu buat beli. Tempatnya ada di seberang jalan dari Soi 7. Kita pun dengan semangat 45 nyebrang. Omaigaaaat belum sampai di seberang, masih di tengah jalan, bau-bau aneh itu tercium lagi. Kita berdua yang tak tahan mau muntah tiap kali ketemu bau itu, langsung balik kanan maju jalan. Sedangkan yang 2 lagi dengan kekuatan hidung bajanya, mereka sanggup antri demi Mango Sticky Rice. Bersyukur juga sih ada mereka berdua. Kita bisa nyicipin Mango Sticky Rice langsung dari negara asalnya. Syukurlah Mango Sticky Ricenya ga bau, cuma tempatnya doang yang berada di tengah bau-bau busuk itu.

Cihuuuuuuy~ Mango Sticky Rice. Unlocked yeay

Malam terakhir yang indah di Bangkok. Perut bener-bener kenyang dan bebas dari KFC.

Saatnya istirahaaaat~~ besok masih ada jadwal keliling-keliling Bangkok.

Cheers,
victory onion head
Muthia