MUTHIATHEEXPLORER

Part Time Traveler, Full Time Planner
Follow Me
Showing posts with label Kuala Lumpur - Malaysia. Show all posts
Showing posts with label Kuala Lumpur - Malaysia. Show all posts

Setelah 11 bulan penantian, akhirnya hari bersejarah ini datang juga. love onion head 
Awalnya yang cuma pengen ijin pulang jam 4 dari kantor, berujung cuma kerja setengah hari karena terlalu parno untuk menghadapi kemacetan Jakarta. Tentunya sebelum cus, gue tidak lari dari tanggung jawab begitu saja tapi harus menyelesaikan semua kerjaan agar tidak ada pending-an. 

Pukul 13:30, abis sholat Zuhur sekalian jamak Ashar, gue menuju pool damri terdekat yaitu Stasiun Gambir. Alhamdulillah kali ini perjalanan ke Soetta Airport tidak dipenuhi drama seperti tahun lalu. Jalanan ramai lancar.  Berhubung sudah melakukan web-check in dan hanya membawa bagasi kabin, jadi tak perlu antri di counter check in lagi. Cukup print boarding pass di mesin kiosk yang telah tersedia. pretty onion head

Entah terlalu bersemangat atau memang karena jalanan yang lancar, gue jadi harus rela menunggu beberapa jam di airport karena penerbangan masih lama yaitu pukul 20:30. But, it's okay. Anaknya memang lebih prefer menunggu daripada telat. Ga lucu kan kalau ketinggalan pesawat di hari H. Gak cuma rugi tiket tapi jadi harus reschedule semua planning yang telah disusun. Nah, sambil menunggu, gue pun mampir di KFC buat mengisi perut yang mulai keroncongan. 

Setelah kenyang, barulah menuju kiosk (mesin self check in) untuk mencetak boarding pass

Mesin Kiosk untuk Self Check In dan mencetak boarding pass

Pilih menu yang sesuai. Di sini gue memilih Reprint Boarding Pass

Masukkan Nomor Booking


Boarding Pass akan tercetak. Untuk connecting flight, akan keluar 2 boarding pass sekaligus

Yeaaaaay~ boarding pass sudah di tangaaaaaaaan. Saatnya menuju imigrasi. admire onion head



Saat itu, antrian imigrasi lumayan panjang. Dikarenakan sudah e-passport jadi gue pun langsung ke Autogate. Tak perlu melewati antrian panjang, langsung bisa menuju area gate penerbangan. 


Eh eh intermezzo dikit ye... anyway mau tau apa aja barang bawaan gue untuk 12 hari?
Ini dia~~~ cajaaaaaaaaan~~happy onion head

Backpacker sejati
Yes...kalian ga salah liat kok... Cuma backpack plus 1 tas kamera. hehe onion head

info onion headTips packing ala Muthia: 
  • Bawalah pakaian secukupnya dan yang hanya akan dipakai saja. Kita ini mau traveling bukan pindah rumah. 
  • Packing dengan cara gulung pakaian dan masukkan ke dalam plastik-plastik. Misalnya: 1 plastik untuk jilbab. Dengan begitu, barang bawaan hanya akan memakan sedikit space. Untuk plastik yang gue pakai sih plastik biasa. Emang dari dulu anaknya suka ngumpulin plastik abis beli baju atau kemeja. Kalau kalian punya plastic vacum akan lebih baik lagi karna akan memakan space lebih sedikit.
  • Untuk underware, bawalah yang disposable alias tinggal buang sehabis dipakai. Disposable panties ini juga akan menghemat space barang bawaan.
  • Cukup bawa 1 jeans (langsung dipakai / pakai saat kalian pindah tempat dan mengharuskan bawa barang bawaan), dan sisanya adalah 2-3 legging yang dimasukkan di dalam backpack. Ini super menghemat bagasi.
  • Mengingat ini autumn dan suhu akan dingin, dapat dipastikan kalian akan lebih banyak memakai jaket atau coat. Oleh karena itu, agar di foto tetap bervariasi, bisa disiasati dengan membawa jilbab lebih banyak daripada baju.
  • Last but not least, susunlah barang bawaan yang telah digulung dan dimasukkan ke plastik serapi mungkin ke dalam backpack. Pakaian yang dipakai lebih awal, diletakkan di paling atas.
Okay kembali ke laptop~~~hi onion head

Seperti yang udah gue ceritain di postingan sebelumnya, walaupun ini duo trip (Sampai Jepang) namun gue dan Ona tidak satu penerbangan. Kita janjian ketemu di Taoyuan Airport (Taiwan). Sampai saat itu tiba, jadilah masing-masing dari kita harus rela sendirian muter-muter airport. Sebenernya gue doang sih yang literally transit dan cuma muter-muter KLIA2, Si Ona mah karena penerbangan siang jadi dia bisa mampir dan pusing-pusing di pusat kota Kuala Lumpur. 

Malam semakin larut, jam tangan pun sudah menunjukkan saatnya boarding. Tapi, bagaimana mau boarding kalau pesawat aja belum tersedia sama sekali. Ternyata penerbangan delayed setengah jam. Ini adalah pertama kalinya gue merasakan delay naik Air Asia karena walaupun Low Cost Carrier, biasanya selalu on time kok. 





Ada manfaatnya juga sih delay ini. Berarti durasi ngemper di KLIA2 kan jadi berkurang. So, it's not a big deal lah~

Saat hari nyaris berganti, gue pun mendarat dengan selamat di KLIA2. Antrian imigrasi saat itu sangat mengular. Untunglah ga ada drama apapun di sini. Tadinya gue sempet parno gimana kalau baru di KL tapi udah dideportasi. Bukan hanya ga jadi ke Taiwan, tapi juga ga bisa menginjakkan kaki di Jepang dan Korea. Hahaha gue emang suka mengkhawatirkan hal-hal yang ga perlu dikhawatirkan sih. Padahal udah selalu diwanti-wanti sama Newt Scamander (Fame Magizoologist and Fantastic Beast and Where to Find Them Author in J.K Rowling Wizarding World):

info onion head
"My philosophy is that worrying means you suffer twice"
- Newt Scamander - 

Setelah lolos imigrasi dan custom clearance, gue langsung menuju lantai 3, balai pelepasan antarabangsa atau Departure Hall-nya KLIA2.



Dari sini naik eskalator menuju Surau (Musholla), tempat dimana gue akan istirahat untuk menunggu penerbangan lanjutan besok pukul 10:00 pagi.
Namun, sebelum ke Surau, gue pun menyempatkan diri untuk jajan Sandwich dan Susu di Family Mart buat bekal sarapan. 




Saat itu sudah ada beberapa orang yang tidur cantik di Surau. Gue pun mengikuti jejak mereka, mengambil posisi yang nyaman buat tidur. 



Untuk tidur di sini disarankan membawa Jaket dan kaos kaki yang tebel karena Surau ini semakin malam akan semakin dingin. Dan jangan sekali-kali memakai mukenah milik Surau KLIA2 untuk tidur karena nanti bakal diomelin Ncik-Ncik petugas Surau. 
Wajar sih menurut gue. Ini aja udah bagus dia kasih ijin buat tiduran di Surau. Ya jangan sampai dikasih hati minta jantung lah. hehe onion head

Hari pun berganti dan pagi pun menjelang. Alhamdulillaaaaah banget gue bisa tidur dengan nyenyak walaupun ga sewa penginapan. Lagian ngapain juga nyewa penginapan kalau cuma buat menunggu pagi buat penerbangan lanjutan. 


Sehabis sarapan dengan bekal yang semalam sudah dibeli di Family Mart, gue menuju departure hall. Di sana gue menunjukkan boarding pass yang telah dicetak di Soetta. Namun, ternyata ga bisa masuk begitu saja. Gue disuruh ke counter check in bagian document checking. Di sana semua dokumen perjalanan kita di cek, termasuk Visa jika dibutuhkan. Berhubung Visa Taiwan yang gue punya ga nempel di passport, petugasnya pun menanyakan terkait hal ini.

Ncik Petugas: Visa ade ke?
Muthia          : Oh ade...sekejap.. (Hahahahah bahasa melayu ala-ala)  lol2 onion head
*kemudian menyodorkan Visa Taiwan (TAC Online) yang telah gue cetak dengan tinta berwarna*





Ncik Petugas itu pun kemudian memberikan boarding pass yang baru yang telah distempel. Yeaaaay saatnya menuju gaaaaateeee. Dengan muka bahagia, gue pun menunjukkan boarding pass yang telah distempel ke petugas yang menjaga Departure Gate. Dengan senyum ramahnya, dia pun mempersilahkan gue untuk antri imigrasi. happy onion head


Semuanya berjalan mulus. Gue pun sudah berada di gate Q20. Wooowww auranya sudah mulai berubah. Gue berasa di drama Taiwan karena semua orang di sekitar berbahasa Mandarin. Ditambah lagi semua mata mulai tertuju ke gue karna hanya gue yang Jilbab-an di sana. Hmmm awalnya ada Ibu-Ibu yang pakai jilbab sih. Eh ternyata beliau cuma numpang duduk doang. Kebetulan gate Q19 tujuan Surabaya rame. Saat yang ke Surabaya udah pengumuman boarding, beliau juga ikutan antri. Hoalaaaah.bye2 onion head

Panggilan boarding pun mulai terdengar. Dengan super antusias gue pun antri naik pesawat. Awalnya gue agak sedih karna posisi duduk bukan deket jendela namun di aisle alias deket lorong. Sampai akhirnya gue menemukan bahwa 2 kursi di sebelah gue kosong. Yyeyeyeyeyeye cheer1 onion head

"Maka Nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan?"

Hanya dengan kekuatan doa-doa, tak perlu upgrade empty seat buat bisa tidur dengan nyaman di pesawat. cheer2 onion head

Pesawat pun sudah mulai take-off. Karna ga mungkin ada penumpang yang naik di tengah jalan, setelah lampu tanda seat-belt dimatikan, gue pun langsung tidur cantik di 3 kursi tersebut. Sungguh penerbangan yang indah. 







big eye onion head
Oya sedikit review Air Asia X (Airbus):
  • Jarak untuk kaki lebih lega daripada Air Asia biasa.
  • Kursinya juga lumayan nyaman buat penerbangan jauh. Cuma ya emang ga dapet selimut ataupun bantal dan perlengkapan tidur lainnya kayak maskapai Full Service. Namun, bisa disiasati dengan membawa bantal leher, penutup mata, ataupun kaos kaki sendiri. 
  • Take Off dan Landing juga mulus. Well~ tergantung pilot juga sih.
  • Value for Money (Dengan catatan kalau dapet harga maksimal setengah harga promo Full Service). Kalau lebih dari itu, mending nunggu Full Service-nya promo. Selain dapet bagasi juga dapet makan dan perlengkapan bobo cantik.

4,5 jam pun terlewati. Finally landed at Taoyuan International Airport in Taiwan.

cheer1 onion headcheer2 onion headbye2 onion headhappy onion head





To be continued.

Stay tune~ because the real adventure just started~happy onion headhell yes onion head

Previous story: Prolog - Petualangan 288 Jam di Taiwan Jepang Korea
Next story: Day 2: Taiwan~ Ternyata Selama Ini Dirimu Underrated
 
Cheers,

cute2 onion head
Muthia


Kita bergerak dari airport pukul 6:00. Langsung menuju ke konter tiket bus menuju KL Sentral. 

COUNTER AEROBUS / SKYBUS
How to get there?
Jalan menuju Mall KLIA2. Lalu, turun ke Level 1. Turun dari eskalator, akan langsung terlihat deretan counter-conter bus.
Ticket bisa dibeli di counter tersebut. Ongkos dari KLIA2 - KL Sentral  = 12 MYR per orang.
Note: Sekarang udah ga bisa beli PP.
Ternyata KL macet juga sodara-sodara. Perjalanan dari airport ke KL Sentral memakan waktu 1.5 jam. Kita semua tidur selama di bus. Lebih nyenyak tidur di bus malahan daripada di mushola. Sekitar pukul 9:00 MST akhirnya kita sampai di KL Sentral. Bus berhenti di basement. Cukup naik eskalator, nanti akan ketemu pusatnya KL Sentral. Ada tempat makan dan jalur masuk ke platform untuk naik LRT ataupun KTM.



Locker 5 MYR

Locker 20 MYR

Berhubung laper karena belum sarapan, kita pun makan di KL Sentral. 


Harga satu set ini 7.7 MYR. Bubur Ayam + Teh Tarik

Setelah mengisi perut, tenaga pun pulih kembali. Tujuan pertama kita adalah KLCC Petronas. Sekali-kali maen ke KL, jadinya kita (gue sih) berambisi buat dapetin foto Twin Tower versi siang dan malem. Kebetulan temen gue yang dari Aceh baru nyampe airport jam 11, jadilah kita maen-maen dulu di KLCC sembari nungguin kedatangan dia. Dari KLCC, kita akan menuju ke Batu Caves, meeting point bersama anak Sabang. happy onion head 


KLCC Petronas - Twin Tower

 
How to get there?
Naik bus Go KL (Red line) dari KL Sentral. 
Transit di Medan Mara. Trus naik Go KL (Blue Line)
Transit lagi di Concorde Hotel. Trus naik Go KL (Green Line)
Turun di KLCC

Fare: Percume alias Gratis

Udah gratiiis, kita pun di ajak pusing-pusing KL. Mantep dah. Tapiiii~ ini cocoknya buat yang punya banyak waktu. Ga disaranin kalo mepet sih. Mending naek LRT langsung ke KLCC. Ongkosnya juga cuma 2.4 MYR. 10 Menit nyampe.
Kita milih mode transportasi ini soalnya emang ga diburu waktu. 





Pencet bell sebelum turun

Hahahaha tak perlu cemas karna ada "Cermin Kecemasaaaaaaaaaan~" *baca ala doraemon*


Blue Line. Ingat: Warna Bus bukan Warna Line-nya ya.



Sepanjang perjalanan dibikin ngakak sama tulisan-tulisan di KL. Hahaha maaf ya no offense tapi ga kuat buat ga ketawa. Mulai dari "Cermin Kecemasan (Emergency Exit di kaca bus/kereta)", "Tempat Transit Gelandangan (hahaha kalo ini gue ga ngerti. Kocak aja gelandangan ada tempat transitnya)", "Awas Penyeluk Saku (Copet)", sampai "Tukul Kecemasan (Palu buat mecahin kaca emergency di bus/kereta" 
Kita sadar sih kita keterlaluan ngetawain bahasa orang sampe diliatin sama orang-orang di bus. Hahahah. Tapi apalah daya anaknya terlahir begitu. Peace mak cik~ victory onion head Maafkan kami.
Saking bahagianya di jalan karna banyak hiburan, tanpa sadar Bus Go KL kita sudah sampai di KLCC. Bus ini akan berhenti tepat di depan KLCC Suria Mall.

Kita pun masuk ke dalam mall. As usual, yang dicari pertama kali adalah toilet. Gila!! ternyata toilet di mall ini bayar 2 MYR.  Kita pun tanpa pikir panjang langsung lanjut nyari toilet gratis. Prinsip kita adalah kalo ada yang gratis kenapa harus bayar~fufufu. Akhirnya kita menemukan toilet yang free. Terdapat di lantai 2. Ga susah kok buat nemuinnya.

Setelah kelar rutinitas di toilet, kita pun melanjutkan perjuangan mencari dimana spot foto KLCC yang instagram-able.

KLCC Park
How to get there?
Lurus dari arah pintu masuk KLCC (yang dari turun bus GO KL).
Belok kiri setelah ketemu toko "iSetan" (Hahaha ini serius)
Tinggal lurus deh. 

Saat kita nyampe di sana, jam 11an, cuaca lagi panas-panasnya. Tapi semangat kita luar biasa membara sampai ngalahin teriknya matahari siang itu. Jadinya tetep bersemangat untuk foto-foto. 








Minta peganging monopod Yi ke abang-abang bule ganteng

Puas (banget) deh pokoknya foto-foto di sini. Mungkin karna siang bolong dan panas banget, jadinya kita doang yang sesemangat ini. Ga banyak saingan.  

Dari KLCC, kita pun melanjutkan perjalanan ke Batu Caves. Akhirnya temen kita yang dari Aceh, sudah mendarat di KLIA2. Doi gue saranin naik KLIA transit instead of bus ke KL Sentral. Takut macet. 

Cara menyiasati biar murah naik KLIA Transit.
  • Dari KLIA2 naik KLIA Transit menuju Salak Tinggi ( Fare 4.9 MYR)
  • Turun di Salak Tinggi trus tap out. Lalu, beli tiket lagi menuju KL Sentral. Seolah-olah kita emang baru naik dari Salak Tinggi. (Fare 18.3 MYR)
  • Total fare = 23.2 MYR.
  • Lebih murah kalo langsung naik menuju KL Sentral (baik express / transit) = 55 MYR

BATU CAVES

How to get there?
Naik LRT dari KLCC - KL Sentral (2.4 MYR)
Dari KL Sentral, naik KTM menuju Batu Caves (2.6 MYR)
HTM: Free





Note: Beli tiket LRT langsung di mesinnya. Sedangkan beli tiket KTM di kaunter.

Ikuti tutorial berikut (LRT):












Koin LRT


Kaunter KTM:



Koin KTM
  
Sesampainya di platform KTM, kita terpaksa harus menunggu sekitar 45 menit. Ternyata jadwal keberangkatan KTM ga sesering LRT. Pukul 14:10 MST, KTM pun datang. Kita pun melanjutkan perjalanan ke meeting point, Batu Caves. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit. Pas banget sampe di sana, akhirnya kita ketemu temen kita yang nyusul dari Aceh lagi geret-geret koper kuningnya. cheer3 onion head Finally~~ full teaaaaaam.

Dikarenakan sudah saatnya makan siang, kita pun mencari tempat makan yang layak, murah, tapi proper. Pilihan jatuh pada restoran India depan patung Buddha kuning itu. Kita agak shock ngeliat disana makannya pakai baki. Baki sodara-sodara. B.A.K.I. Bayangin segede apa porsinya. Namun, udah terlanjur mesen masing-masing. Pas nanya katanya kalo nasi goreng dan mie goreng porsinya normal alias ga pake baki. Kirain beneran normal, ternyata mah banyak juga. Harusnya mesen 1 berdua aja.

Gue pun mulai makan. OMAIGAAAAT. Astaghfirullaaaaah. Pengen muntah di suapan pertama. Ga enaaaaaaak sumpah. Padahal gue tipe omnivora alias pemakan segala lho. Tapi sumpah mulut dan perut gue ga sanggup buat menerima makanan ini. Gue mesen sepiring mie goreng. Baru kali ini ada mie yang super ga jelas banget rasanya. Hoeeeeeeeeeek.tar onion head  Membayangkannya aja pengen muntah. Ujung-ujungnya mie itu ga gue makan. Gue nimbrung di nasi goreng temen gue. Syukurlah nasi gorengnya masih bisa masuk ke dalam perut. Walaupun rasanya standar. Kayaknya lebih enak nasi goreng yang paling ga enak di Indonesia sih. 

Bukan gue doang yang merasakan hal ini. Even salah satu dari kita sampe trauma buat makan selama trip ini. Ampe bikin ilang napsu makan. Tapi ada juga sih di antara kita ber-6 yang bisa menghabiskan mie goreng tak jelas itu bahkan sempet nyomot mie goreng di piring lain. Hahaha takjub sama ini temen satu. Seleranya luar biasaaaaaa. sweating onion head   

Selesai makan, kita pun keluar dari restoran tersebut. Walaupun masih berasa mau muntah, tapi lagi-lagi semangat foto-foto mengalahkan semuanya. Fiuuuuuuuh~




Dan you know what? Lagi asyik foto-foto, eh kita disamperin sama Si "Are You Happy?" *sarcasm tone*, orang India ga jelas yang bikin bad mood. Ceritanya dia mau wawancara kita. Intinya dia pengen kita ngasih statement kalo kita bahagia berada di lingkungan agamanya dia. Kalo kita merasa tenang dan damai karna deket Tuhannya dia.

No offense ya guys, tapi ini masalah akidah, agama, dan kepercayaan. Gue ga suka aja dia ngait-ngaitin kita wisata kesini = ikutan nyembah Tuhannya. Abisnya dia marah-marah gitu merasa ga adil, kenapa kita boleh ke sini, tapi dia ga dibolehin ke Mesjid (heboh dan berfoto-foto ria) sama ustadz-ustadz. Hello~~ itukan pilihan lo keleus. Ngapain tempat ini lo buka dan jadiin tempat wisata, yaiyalah jadi tempat foto-foto buat wisatawan. Ih sebel banget pokoknya. Sampai akhir dia tetep maksa buat ngasih pernyataan itu. Kita semua langsung bad mood gegara orang satu itu. SUPER NYEBELIN.

Saat mau balik, untungnya ada yang bikin senyum merekah lagi. Duo Ahjumma Korea pengen foto bareng kita. Karna tau dia dari Korea, yaudah deh ngobrol dikit bahasa korea. Ternyata dia dari Busan. Awww Thanks to Ahjummadeul. At least udah ga terlalu bad mood.  waiting onion head 

Mesjid Jamek

 
How to get there?
Naik KTM dari Batu Caves ke KL Sentral (2.6 MYR)
Naik LRT dari KL Sentral ke Mesjid Jamek (1.6 MYR)

Kita sholat Jamak di Mesjid Jamek. Bagi cewek yang mau kesini dan tidak berhijab di sarankan bawa pashmina untuk menutup aurat dan jangan memakai pakaian yang ketat. Kalo enggak, ntar bakal dikasih jubah sama petugasnya. 

Dari Mesjid, kita berjalan menuju Dataran Merdeka. 


DATARAN MERDEKA

 
How to get there?
Jalan kaki sekitar 10 menit dari Mesjid Jamek.
Jalan mengikuti arah mobil. Di perempatan lampu merah, nyebrang ke kiri. Lurus terus sampai bertemu landmarknya





 Destinasi kita selanjutnya adalah Petalling Street dan Central Market.


CENTRAL MARKET & PETALLING STREET
How to get there?
Jalan balik ke arah Mesjid Jamek.
Lurus terus. Nyebrang ke arah kanan di perempatan sebelum halte bus. Luruuuuuus aja.
Di ujung bakal nemu Central Market. Pettaling street ada di sebelah kiri sebelum Central Market.

Note: Jalan kaki ternyata lumayan juga euy. Olahraga sore-sore. 20 menitan.

Central market ini merupakan pusat oleh-oleh di Kuala Lumpur. Silakan ngeborong di sini.






 Puas berbelanja, kita pun kembali ke KLCC Twin Tower. Sekarang mau foto yang versi malamnya.


KLCC Twin Tower - Night Version
 
 
How to get there?
Dari Pasar Seni (Central Market), naik LRT ke KLCC
Bisa juga naik Bus Go KL. Tapi nanti harus transit dari Purple ke Green Line.
Halte Bus ataupun stasiun, bisa ditempuh jalan kaki 5 menit dan nyebrang jalan dari pintu keluar Central Market.


Mission Accomplished.

Ga heran ya orang-orang di instagram, lebih banyak ngepost foto versi malem dibanding siang. Ternyata turis-turis rame banget malem di sini. Padahal ya setelah merasakan sendiri, menurut gue lebih bagusan dan lebih kece foto di siang hari. Maklum fotografer amatiran. Hahaha.


JALAN ALOR (Baca: Alo)
How to get there?
Jalan kaki dari KLCC melewati Skybridge ke Pavilion.
Jalan Alor ada di seberang (belok kiri ya, jangan ke kanan) Pavilion.

Note: Tapi ini tidak disarankan. Jauh bangeeeeeeeet bikin gempor. Mending naik taksi aja kali ya kalo ramean.

Sebenernya kita udah dibilangin sama petugas di sana, kalo "tak boleh" jalan kaki. Tapi kita tetep keukeuh untuk jalan kaki. Sampai akhirnya nanya ke 2 orang mas-mas yang lewat gimana cara ke Alor. Dengan senang hati dia pun jelasin dan nawarin kita buat jalan kaki bareng aja karna dia ke arah sana. Dengan polos dan PD nya kita pun ikut. Udah lumayan jauh berjalan, tapi bahkan belum sampe di skybridgenya. Sesampai di skybridge, mas-masnya pun jelasin kita harus kemana kemananya soalnya udah beda arah sama dia. Kita pun jalan menelusuri skybridge sesuai petunjuk si mas tersebut.





Setelah berjalan sepanjang jalan kenangan, finally sampailah di ujung. Kita sudah ketemu sama Pavilion Mall. Kita pun turun dari skybridge. Namun, jeng jeeeeeng~ kita tidak menemukan adanya keberadaan Alor. Nanya sama orang-orang yang lewat tapi ga dapet jawaban. Malahan ada yang takut. Belum ditanya udah sorry I don't know aja. Kita pantang menyerah. Ada bapak-bapak lewat, kita pun bertanya ke beliau. Bener sih Alor ada di seberang Pavilion. Tapi bukan di seberang yang ini. Harusnya tadi kita belok kiri bukan kanan. Kalau mau ke Alor, kita harus naik Skybridge terkutuk itu lagi. Sungguh udah ga sanggup naik lagi. Akhirnya kita merelakan Alor, dan memutuskan untuk balik dan makan di KL Sentral. Ga sanggup lagi buat gambling menemukan Alor. Pas banget di seberang jalan, ada halte Go KL Bus. Kita pun jalan kaki menuju halte tersebut.

Eits, perjuangan belum berakhir kawan. Ada 2 halte bus trus kita bingung mana yang buat Bus Go KL. Ga ada tulisan soalnya. Pas kita nanya orang yang ada di sana malah dicuekin. Ckckck ga ramah banget sih. Jadilah kita meunggu di antara 2 halte itu. Hahaha kaya orang bego berjejer duduk di pinggir jalan dengan muka lelah dan kebingungan. Sepertinya kita kena karma karna seharian ngehina bahasa orang.
sweating onion head 

Tak lama menunggu, akhirnya bus Go KL datang juga. Ternyata haltenya yang di kiri kita. Kita pun lari-lari ke arah bus. Temen gue yang geret koper pas banget masuk di detik-detik terakhir pintu mo nutup. Kita masuk bus dalam keadaan ngos-ngosan dan berisik. Mengundang perhatian khalayak ramai. Tapi ada untungnya juga. Walaupun diliatin, diketawain, kita dikasih tempat duduuuuuk. Fiuuuuuh leganyaaaaaaaaaaaaa~ Bodo amat lah udah ga peduli lagi mo diliatin kek, diketawain kek, diomongin kek, ah ga kenal ini. uhuhuh onion head 

Untuk ke KL Sentral masih harus muter-muter dulu pake Go KL. Kita pun mutusin buat turun di halte yang deket sama stasiun LRT (Dang Wangi). Dari stasiun itu, kita cus ke KL Sentral. Ongkos LRT 2.1 MYR. Ga ada orang di stasiun itu. Bener-bener kita doang. Untungnya LRT masih beroperasi. Sekitar jam 10an malem kita sampe di KL Sentral.

Dengan semangat 45, karna udah ga mau lagi salah beli makan, kita langsung menuju KFC. Ya Tuhaaaaan. Cobaan apalagi ini. KFC nya udah tutup dooooong. Kita pun lanjut nyari fast food lainnya. Tadinya mau BK tapi karna McD udah di depan mata, kita langsung masuk McD. Ga mau gambling lagi. Takut BK juga udah tutup. 

McD bener-bener penyelamat perut banget dah. Kita ber-6 makan McD dengan lahap. Kayaknya seumur-umur ga pernah makan fast food selahap ini. relax2 onion head 

Pukul 23:00 MST, kita naik Aerobus balik menuju KLIA2. Besok pagi kita harus terbang lagi ke negara lain (eaaaaaah), destinasi utama.

Jalanan malam itu lancar jaya. Sekitar 1 jam kita sudah sampai di airport. Hal yang pertama kita lakukan adalah ambil barang-barang di luggage storage. Setelah itu, self-check in di mesin yang ada. Sebelum masuk, yang mau mandi disilakan mandi, yang sholat pun sholat bergantian. Sambil nunggu semuanya kelar, kita tak lupa buat nge charge segala macam gadget. Sengaja ngemper di deket colokan. Oya, selain itu tak lupa ngitung pengeluaran dan duit sisa. 

Tadinya anggaran kita selama di KL adalah 100 MYR. Takut ga cukup, siangnya gue sempet minta tolong lebihin narik duit sama temen gue. Eh ternyata 100 MYR masih nyisa doooong. Trus duit sisa yang rasa-rasanya ga bakalan kepake lagi, kita tukerin di Money Changer CIMB. Ratenya oke.

Sekitar pukul 01:00 kita pun masuk menuju imigrasi. Paspor pun di stempel keluar Malaysia tanpa ada interogasi. Selanjutnya kita jalan ke gate. Gate kita di L2. Sebelum masuk gate, tentu saja barang-barang akan di scan lagi. Bagi yang pake jaket dan gesper, harus dilepas dulu. Alhamdulillah gue aman. Temen-temen gue sempet dibongkar tasnya gegara magnet kulkas / gantungan kunci (Padahal gue juga beli tapi ga kenapa-kenapa). Untunglah pada akhirnya semuanya aman terkendali. Ga ada yang disita.

Kali ini kita tidur di mushola yang ada deket gate. Alhamdulillah musholanya lumayan anget. Pagi-pagi seperti biasa, gue termasuk yang duluan bangun. Gue pun bersih-bersih dan ganti baju. Siap untuk melanjutkan petualangan di negara berikutnyaaaaaaa~~~super onion head 

Stay tuned yaaa~ Cerita belum berakhir. Kalo kata babang Sherlock "The game still be on"

Cheers,
pretty onion head  
Muthia